
Menurutku, setidak-tidaknya setiap orang mempunyai sebuah cerita tentang kemenangan atau keberhasilan atas sesuatu. Bagi sebagian orang, cerita itu menjadi istimewa, menikmati mimpi menantang yang luar biasa, atau berani berkata “tidak” dalam situasi sulit. Kisahku berikut tentang seekor kupu-kupu. Bukan kupu-kupu biasa… tetapi
kupu-kupu yang sangat indah.
Tiga tahun yang lalu, usiaku 14 tahun dan menjadi murid baru di SMA. Aku merasa sendirian. Aku tidak mengenal siapa-siapa pun kecuali beberapa teman SMP-ku dahulu.Lagi pula, aku kelihatan lebih tua dan besar dari teman-teman sekelasku. Aku duduk ke kelas dan merasa betapa lambatnya waktu berjalan samapi akirnya kami menerima MOS (Masa Orientasi Siswa). Setelah 3 hari menjalani Mos, hari ke-4 nya aku masuk kenal regular. Pada hari itu, waktu belajar diperpendek sehingga hanya cukup untuk berkenalan dengan teman-teman sekelas dan guru-guru kami.
1 hari, 1 minggu,bahkan 1 bulan pun telah terlewati olehku di kelas tersebut bersama teman-temanku. Aku merasa senang karena aku belum lama bersekolah dengan setatus SMA aku sudah mulai merasakan lirik “alm. Chrisye” di keseharianku “Masa-masa paling indah masa-masa di sekolah”. Suatu hari saat pelajaran Bimbingan konseling, saat itulah aku menyadari sosoknya. Dia tinggi, berambut cepak, kulitnya kecoklatan, dan senyumnya paling lucu yang pernah aku lihat.
Sewaktu istirahat, aku duduk bersama gadis-gadis dari kelasku itu. Aku mendengarkan perbincangan mereka tentang tugas, ujian, baju, sepatu hingga pacar mereka. Dan saat itu ia memasuki kelas sambil membawa kotak makan siang yang telah disediakan oleh pihak sekolah.
Saat itulah aku mulai tertarik padanya. Sebut saja Dean (bukan nama sebenarnya)
“itu Dean!” celoteh salah satu teman wanita sekelasku
“memang kenapa?” tanyaku penasaran
“Dia ganteng kan?”
aku bersikap biasa“em… lumayan juga”
“Setiap gadis di SMP-ku dulu, hampir setiap gadis yang ia kenal suka padanya atau setidaknya pernah menyukainya. Termasuk aku ” jawab temanku tadi dengan lugas.
Aku tetap melihatnya seolah-olah melihat orang yang aku kenal, jadi aku bertanya “siapa nama belakangnya ato dimana rumahanya?”
“Dean anak perumahan mandiri”
aku berkata pada diriku sendiri, aku tahu jelas perumahan itu karena rumahaku disitu. Mungkin juga aku pernah melihat Dean sebelumnya dan tidak menyadarinya.
Saat itu persiapan perayaan 17 Agustusan, kebetulan sekali aku mengikuti kegiatan organisasi remaja di komplek perumahanku dan beruntungnya aku ternyata Dean juga ikut. “wah ada Dean…” girangku dalam hati ketika rapat organisasi.
Setelah itu aku muali mengobrol akrab dengannya jauh disbanding saat kita duduk dibangku kayu sekolahan. Aku pikir akan lebih menyukainya karena kita teman satu komplek. Selanjutnya kami sering jalan-jalan di taman atau mall dan berbincang-bincang tetang berbagai hal. Awalnya aku begitu takut Dean akan meninggalkan persahabatan kami untuk gadis-gadis lain. Seorang gadis yang lebih cantik dengan senyum manis dan perbincangan yang lebih menyenangkan. Tanpa sadar, aku telah membuka hati dan mulai rapuh.
Seiring perjalanan waktu, aku menjadi lebih mengenalnya, diamata ku ia adalah remaja laki-laki yang dewasa, pintar, baik, romantis, penuh perhatian dan kejutan. Akhirnya, aku menyadari itu terjadi karena adanya perhatian. Aku perhatikan perlahan-lahan Dean mulai menghilang dari waktu ke waktu dengan gadis-gadis lain. Banyak orang menjulikinya “heartbreaker”, tetapi aku mulai melihat sisi yang berbeda. Dan saat itulah aku mulai membandingkanya dengan kupu-kupu. Kupu-kupu tidak bahagia ketika mereka tertangkap. Mereka lebih baik terbang kesana-sini membuat orang senang dan akhirnya pergi menjauh. Dean telah terbang memasuki kehidupanku saat aku membutuhkannya. Dia mendarat tepat dalam genggamanku. Aku tidak pernah melupakan betapa menyenangkanya menggenggam mahluk yang begitu indah seperti Dean.
Dean adalah kisahku karena ada beberapa orang selama hidupnya tidak pernah memiliki pengalaman persahabatan sejati. Tidak pernah tahu betapa luar biasanya memiliki cinta dan membiarkanya pergi.
Aku membiarkannya terbang seperti kupu-kupu menyusuri jemari tanganku tanpa genggaman terlalu erat. Aku telah belajar betapa pentingnya melonggarkan genggaman jika kamu menginginkan kupu-kupu tetap berada di sekitarmu. Lebih baik kami seperti ini. Aku dan Dean tetap menjadi teman dekat, tidak lebih. Kami masih memiliki perbincangan yang hebat. Kadang-kadang, mendengar kekocakannya dapat membantu mengatasi hari burukku.
Aku tidak yakin masa depan apa yang akan kita jalani. Aku tidak mengkhawatirkannya lagi. Aku mempunyai waktu untuk memepertimbangkan hal-hal yang rumit. Tetapi satu hal yang aku yakini adalah persahabatan kami. Aku tidak akan menukarnya dengan apa pun. Aku senang dengan tahun pertamaku di SMA. Dia adalah kupu-kupu terindah yang pernah kukenal dan membuatku untuk belajar dewasa dan ikhlas. Dan sebagai tambahan lirik "alm Chrisye" juga begitu maknyus.... "Kisah kasih paling indah indah, kisah kasih disekolah...tiada pernah terlupakan kisah kasih di sekolah..." karena ku telah membuktikan 3 tahun berlalu, itulah kisah paling manis buatku...